Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2008

aLL aBouT mE

The Basics

Hair Color

BlaCk coLoReD wiTh DaRk bRowN

Eye Color

BLacK

Height

155 cm

Profession

SecReTaRY

Relationship

With MyMbem

Religious Views

CaThoLic

My Favorites

Color

Blue, Pink, Black, Red

Movie

Superhero movies

Hobby

Singing, reading, drawing

Song/Singer

Cinta jangan kau pergi/Sheila Majid

Book

comics

School Subject

Seni rupa + seni musik

Vacation Destination

Vatican, Italy, Japan, Israel

Food

Sapo tahu

Restaurant

kinotaki

Animal

Cats & dogs

Baby name

I wish to have twin babies; a girl & a boy, named Joseph & Josephina

Person in your life

JC, Mom

This or That

Chocolate – vanilla

Choco laaaahh!!!

Big Mac – Whooper

Big Mac!!!

Coke – Pepsi

Coca colaaa

Beer – Wine

Gak dua2nya

Coffee – Tea

Coffee please

Apple Juice – OJ

Both of ‘em

Summer – Winter

Fall…

Windows – Mac

windows

Cats – Dogs

Cats to be adored, dogs to live with

Rain – Shine

Gerimis dulu abis itu pelangi + matahari cerah

Chips – Popcorn

Popcorn, ga berantakan di bibir

Salty – Sweet

sweet

Plane – Boat

boat

Morning – Night

Night with crescent moon + stars

Movie – Play

Movie

Walk – Drive

Walk

Money – Love

Both of them – be rational please

Breakfast – Dinner

Breakfast lah

Forgiveness – Revenge

Forgiveness 🙂

Paint – Wallpaper

Wallpaper

House – Apartment

House for investment, apartment to live in

Do You

Have any pets

Nope

Have any children

Haven’t

Smoke

Hiieh, I hate it

Drink

NO

Exercise

Ehm…

Play on a sports team

Pernah sok jadi goal keeper pas SMP, hasilnya lutut merah2 berdarah- jatoh nahan bola

Belong to any organizations

Udah gak lagi

Love your job

Yes surely

Like to cook

Pekerjaan sehari-hari

Play any instrument

wakaka…apa an ya

Sing

Yes darling

Dance

I love to

Speak multiple languages

English, Japanese, Bataknese

Ice skate

NO

Swim

ARRRGGGHH!!!

Paint

😉

Write

Yes baby

Ski

NO

Juggle

NO

Have you ever

Stolen anything

yes

Been drunk before noon

NO

Had sex in a public place

NO

Got caught telling a lie

yes

Got a speeding ticket

NO

Been arrested

NO

Littered

No

Cheated on a test

Yea

Cheated in a relationship

NOT ever

Failed on a class

NOT ever

Eaten food off the floor

^ ^

Stuck gum under a desk

neper

Cried during a movie

Yes of course

Had a one night stand

NO

Other

Describe your self in one word

BLUE

Biggest fear

Being betrayed by the people I trust most

Biggest mistake

Gak habisin waktu lebih banyak dg temen2 sewaktu kuliah + sekolah, banyakan urusin keluarga

Proudest accomplishment

Having Jesus as my savior

#1 priority in your life

fam

Dream job

Teacher, Singer, song writer

Advertisements

Read Full Post »

Mungkinkah kita memilih pekerjaan yang kita sukai?

Pertanyaan ini mungkin termasuk yang selalu menggangu anda. Jangankan untuk memilih profesi yang disukai, sekarang masih menganggur. Jadi bekerja apa saja mau diterima. Asal kerja saja deh…

Lalu, begaimana dengan yang sudah bekerja? Apakah anda salah satu dari sekian banyak karyawan yang bertahan di suatu pekerjaan meski merasa bosan dan tak puas, hanya karena takut menghadapi risiko? Bial anda ingin benar-benar memiliki pekerjaan yang anda sukai, anda harus segera bergerak. Ingatlah,waktu terus berjalan, dan semakin tua usia seseorang, semakin berkurang antusiasme dan optimismenya. Hingga biasanya orang yang lebih muda akan lebih disukai untuk menduduki suatu posisi karena semangatnya yang masih tinggi.

Maka, cari tahu impian dan minat anda. Kenali kelebihan anda, lalu buat calon atasan anda terkesan. Tips di bawah ini bisa anda jadikan acuan:

1. Buatlah daftar hal-hal yang anda sukai dan tidak

Apa yang membuat anda tidak betah dengan karir sekarang? Job desk yang tidak jelas atau terlalu banyak sehingga anda tidak punya waktu untuk keluarga? Capek karena terlalu banyak deadline? Gaji yang tidak sesuai? Lingkungan kerja yang tidak menyenangkan? Atau karena atasan anda? Sedangkan untuk daftar hal yang anda sukai, tulislah apa yang disukai dari pekerjaan anda, kegiatan di waktu luang, atau saat berada di rumah.

2. Luangkan waktu mencari tahu karir yang pas

Jika anda sudah mengetahui apa yang menjadi minat anda, luangkan waktu untuk mencari tahu karir/pekerjaan apa saja yang sesuai dengan minat tersebut. Dengan demikian, kita akan tahu apa yang harus dilakukan. Jangan pernah membiarkan pengetahuan itu sebagai hal yang tak berguna. Pastikan semua mimpi itu bisa direalisasikan. Harus selalu ada cita-cita tertinggi yang kita buat, mengusahakan untuk mencapainya dan yakinlah hidup ini akan dinamis, penuh gairah, dan tantangan menjadi peluang.

3. Mempelajari modal dasar

Dari pengalaman kerja yang ada, tentu kita memiliki modal dasar yang bisa kita jadikan kelebihan kita ketika memasuki profesi baru. Pengalaman dan keahlian yang ada sekarang (kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, planning dan organizing) bisa dijadikan modal untuk berkarir di bidang yang baru. Dengan demikian, keputusan kita pindah kerja dan profesi bukan berarti menghapus apa yang kita lakukan, tapi bisa menjadi modal yang harus dimanfaatkan. Seperti tangga, akan terus naik ke puncak, bukan malah pindah tangga atau turun.

4. Kursus? Mengapa tidak?

Bukankah kita sudah punya pengalaman? Mengapa harus kursus lagi? Keterampilan dan keahlian kita harus selalu ditingkatkan, tentu tujuannya untuk semakin mejadikan kita pribadi yang multitalenta. Jika profesi yang diminati ternyata mengharuskan anda untuk mengambil kursus atau pendidikan tertentu, pastikan lembaga tersebut memiliki akreditasi yang baik. Dapatkan juga informasi apakah lembaga tersebut membantu para lulusannya untuk mendapatkan pekerjaan. Atau pilihlah Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah atau swasta yang bisa memberikan sertifikat profesi.

5. Networking

Networking atau jaringan, hubungan baik, buah dari silahturrahmi sangat penting karena dapat membantu anda mendapatkan informasi dan petunjuk mengenai pekerjaan atau peluang di bidang/industri tertentu. Bahkan mungkin anda bisa berkenalan dengan orang-orang baru sehingga networking anda menjadi lebih luas lagi. Banyak pihak yang bisa menjadi networking anda. Kolega/klien, teman, keluarga, bahkan alumni kampus atau sekolah anda yang bekerja di bidang yang anda minati. Jadikanlah jaringan itu sebagai energi dari kesuksesan anda.

6. Kerja paruh waktu

Apabila memungkinkan, cobalah untuk mendapatkan pengalaman kerja di bidang baru tersebut dengan cara bekerja paruh waktu, atau di akhir minggu. Selain pengalaman, anda juga akan mengetahui lebih jauh tentang pekerjaan tersebut. Dengan demikian anda bisa mempertimbangkan, apakah sudah yakin dengan keputusan beralih profesi ke bidang lain.

7. Konsultasi dengan mentor

Jangan salah pilih, karena karir dan perkembangannya merupakan bagian yang penting dalam hidup anda. Cobalah berkonsultasi dengan seorang mentor.

8. Alih profesi tidak sama dengan pindah kerja

Beralih profesi belum tentu membuat anda pindah tempat kerja. Manajemen yang baik biasanya memahami bahwa produktivitas karyawan dipengaruhi oleh kondisi psikologis. Semakin nyaman seseorang dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya, maka semakin tinggi produktivitasnya. Anda sebaiknya mencari tahu apakah perusahaan tempat anda bekerja sekarang cukup suitable untuk job switch. Jika iya, anda bisa membicarakannya dengan pihak manajemen. Satu hal yang perlu diingat, sebelum memulai perbincangan, pastikan anda sudah harus siap, terutama untuk skill yang dibutuhkan untuk menunjang performa anda di bidang yang baru tersebut.

9. Persiapan maksimal

Selagi mengikuti kursus atau pendidikan tertentu, anda sebaiknya mulai mempersiapkan diri untuk “strategi menjual diri”. Dimulai dengan mencari peluang kerja serta standar gaji untuk bidang tersebut, membuat surat lamaran dan riwayat hidup yang spesifik dan meyakinkan, dan mempersiapkan diri menghadapi wawancara. Ingatlah, wawancara merupakan kesempatan anda untuk menunjukkan secara langsung dan menjelaskan tentang keahlian dan kemampuan anda kepada pewawancara.

10. Bersikap fleksibel

Bersikaplah fleksibel saat anda berada di tempat kerja yang baru, terutama untuk hal status kerja, jabatan, dan gaji. Tekankan pada diri anda sendiri bahwa yang anda jalani sekarang adalah untuk pengembangan karir yang lebih baik.

Sumber: Info LoKer edisi 2 – 9 Juli 2008

Read Full Post »

Banyak pakar mengenai karir dan pekerjaan setuju bahwa waktu terbaik untuk mencari-cari pekerjaan baru adalah ketika anda masih nyaman dengan pekerjaan anda yang sekarang. Jika anda mulai merasa tak tertantang dengan posisi anda yang sekarang, anda mungkin siap untuk promosi ke tingkat selanjutnya. Namun jika tidak anda kesempatan peningkatan karir di tempat anda bekerja sekarang, pekerjaan terbaik selanjutnya mungkin sedang menunggu di tempat lain. Sekarang ini, semua terserah anda untuk mengambil kendali dari pekerjaan professional anda dan pastikan anda berkembang dengan mulus pada jalur karir yang benar.

Berikut adalah 10 strategi jitu untuk menolong anda memulainya:

1. Bicaralah dengan atasan anda

    Duduklah dan miliki pembicaraan yang terarah dengan atasan anda mengenai masa depan anda di perusahaan. Pastikan bahwa anda menginginkan performa pekerjaan anda mencapai goals dari perusahaan. Bagikan gol karir anda sendiri dengannya. Atasan anda akan menaruh respek dengan kepercayaan diri dan kedewasaan anda.

    2. Meminta lebih lagi

      Bekerja sukarela untuk menolong departemen lain atau tim lain atau cukup dengan meminta tanggung jawab lebih lagi dapat menaikkan nilai anda dalam organisasi. Meminta untuk waktu tambahan juga menunjukkan minat dan keinginan untuk menolong departemen dan perusahaan untuk sukses.

      3. Menjadi sukarelawan untuk badan penasihat perusahaan

        Jika anda memiliki karir yang sudah berada di atas apa yang seharusnya anda jalani dalam posisi sekarang, coba cari kesempatan untuk menjadi sukarelawan atau melayani dalam badan penasehat, di mana anda bisa membangun reputasi sebagai seorang yang bergairah dan berdedikasi pada industri anda sekarang ini.

        4. Pertajam keahlian interpersonal anda

          Keahlian interpersonal yang kuat memainkan peranan yang penting dalam menghimpun respek dari atasan dan rekan kerja anda; mereka juga bisa menarik perhatian dari orang luar yang mungkin saja memberi kesempatan baru untuk anda. Jadilah orang yang mudah diajak bergaul. Menjadi pendengar yang baik, berlatihlah menjadi komunikator yang jelas dan efektif.

          5. Jadilah inovatif

            Jangan pernah takut untuk berpikir di luar kotak dan menaruh ketajaman bisnis anda dalam pekerjaan. Tetaplah mencari solusi-solusi yang kreatif untuk masalah-masalah yang membuat anda dan atasan anda terlihat lebih baik.

            6. Carilah seorang mentor

              Bangunlah hubungan mentoring, baik di dalam ataupun di luar perusahaan. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa empat dari lima promosi dipengaruhi oleh mentor yang lebih tinggi dalam perusahaan. Mentor juga adalah sumber yang bagus untuk karir dan bimbingan karir.

              7. Juallah diri anda

                Pelajari seni yang baik dari mempromosikan diri anda. Jika anda telah memiliki penyelesaian proyek atau menciptakan program yang sukses, pastikan bahwa orang mengetahui hal tersebut terutama pada orang-orang dalam posisi berpengaruh yang bisa menolong anda berkembang dengan professional. Biarlah diketahui bahwa anda mencari promosi ataupun langkah selanjutnya dalam karir anda.

                8. Tetaplah belajar

                  Cara yang telah terbukti untuk meningkatkan karir adalah dengan secara berkelanjutan meraih pengetahuan baru. Menetaplah pada puncak tren atau perkembangan dalam bidang anda dan pastikan bahwa resume anda yang sekarang merefleksikan keahlian-keahlian yang dibutuhkan tersebut.

                  9. Jaringan

                    Perkuatlah jaringan pertemanan anda dan ikutilah organisasi-organisasi professional, hadiri konferensi-konferensi industri, atau bahkan menjadi sukarelawan. Semakin banyak orang yang melihat kekuatan dan kemampuan anda, maka lebih baiklah kesempatan anda untuk mendengar kesempatan baru yang nanti mungkin akan muncul.

                    10. Bangunlah reputasi anda

                      Dalam bisnis, reputasi anda adalah hal paling bernilai yang anda miliki. Dikenallah sebagai orang yang bisa diandalkan, professional, dan bisa diajak kerjasama. Bersikap dan dilihat melalui tata busana yang professional. Bangunlah nama anda dengan menghadiri konferensi-konferensi, menjadi pembicara, atau menulis artikel.

                      Read Full Post »

                      Saya pernah terlibat dalam satu tim yang mencari cukup banyak jumlah pekerja professional. Saat itu kami membutuhkan tenaga-tenaga di bidang Teknologi Informasi. Proyek-proyek yang akan kami tangani sudah begitu di depan mata sehingga kami sangat kewalahan mempersiapkan fase me-rekrut.

                      Dua minggu setelah pengambilan keputusan tentang me-rekrut, kami mulai menerima bertumpuk-tumpuk surat lamaran. Tim kami mulai melihat surat-surat lamaran itu satu persatu. Belum satu jam, surat lamaran yang dipisahkan untuk tidak diproses lebih lanjut sudah menumpuk tinggi, sedangkan surat lamaran yang akan dilanjutkan ke proses pemanggilan interview terlihat sangat sedikit. Selama 2 minggu berikutnya tim HRD setiap hari memberikan kepada kami ratusan surat lamaran. Semakin sering kami melihat surat lamaran itu, semakin cepat saja kami mengambil keputusan dan pada kenyataannya memang ada begitu banyak surat lamaran yang tidak dapat diproses lebih lanjut.

                      Tim kami sebenarnya sempat frustrasi karena kami benar-benar memerlukan karyawan baru dengan cepat namun surat-surat lamarna yangmasuk banyak yang mengecewakan. Sebenarnya syarat yang kami ajukan pada saat itu sederhana saja yaitu fresh graduate, S1 yang bisa bekerja dalam tim. Kami bahkan tidak mencari yang berpengalaman atau kandidat dari bidang studi TI karena kami berpikir tim kami bisa langsung memberikan latihan pada saat bekerja kepada lulusan baru tersebut. Minimal jika pelamar adalah orang yang berpengalamn, kami berharap kami dapat meneukan profesionalismenya dari surat lamarannya. Tim kami juga sebenarnya sangat berharap bisa meng-interview kandidat dalam jumlah banyak karena kami memerlukan banyak orang. Nyatanya, kandidat yang terpilih jumlahnya sangat jauh dari yang kami harapkan, padalah itu baru sortir awal dengan hanya melihat lamaran saja.

                      Begitu banyak orang mengabaikan arti penting surat lamaran. Surat lamaran adalah suatu media yang benar-benar mewakili ‘keseluruhan diri si pelamar’. Tadinya tim kami ingin sekali menyangkal hal ini karena terdesak oleh waktu, maka ada beberapa surat lamaran yang sebenarnya sudah tidak kami inginkan namun terpaksa kami berikan lampu hijau untuk interview. Luar biasa! Ini benar-benar menghabiskan waktu keduabelah pihak saja. Pelamar yang surat lamarannya kurang berkenan di hati namun kami paksakan untuk interview lebih lanjut memang sama tidak bermutunya seperti yang tercermin dalam surat lamarannya.

                      Awalnya kami mencoba menepis pikiran bahwa ketidak-profesionalisan pelamar dikarenakan mungkin saja pelamar sedang terburu-buru ketika menyiapkan lamarannya atau mungkin tim kami saja yang terlalu pemilih sehingga seharusnya lebih mau memberikan kesempatan. Namun kenyataannya berkata lain, pelamar-pelamar yang gagal memberikan image diri positif dari lamarannya memang faktanya setelah wawancara sekalipun tidak dapat difinalisasi untuk dipekerjakan.

                      Sebagai seseorang yang pernah mengalami sulitnya mendapat kandidat-kandidat pekerja, justru saya menepis anggapan bahwa ‘cari kerja itu susah’. Saya tahu ada begitu banyak perusahaan yang sebenarnya membutuhkan karyawan dengan persyaratan yang tidak terlalu sulit namun kesempatan ini sering terlewatkan hanya karena kandidat sebenarnya ‘kurang bersungguh-sungguh’.

                      Jika anda ingin mendapatkan pekerjaan (tentunya yang sesuai dengan keinginan), anda harus serius! Harus serius! Keseriusan ini sebenarnya terlihat dari surat lamaran berikut resume yang anda kirimkan. Berikut ini adalah hal-hal penting yang dapat anda perhatikan dalam mengirimkan lamaran:

                      1. Foto

                      Tentu saja ini bukan berarti anda harus punya wajah rupawan baru bisa dapatkan pekerjaan, namun dari foto yang anda pilih untuk diperlihatkan kepada perusahaan yang akan anda lamar ini sangat mencerminkan kesungguhan anda. Jika anda tidak sedang melamar untuk pekerjaan yang bersifat masal, hindarilah foto hitam putih. Sekali lagi, hindarilah foto hitam putih! Sangat banyak pelamar menganggap enteng hal ini, namun hampir pasti surat lamaran berhenti dilihat lebih lanjut dengan hanya menilai anda dari foto. Ini bukan soal diskriminasi, namun dari foto, tim seleksi dapat dengan cepat memperkirakan karakter orang, terlepas dari benar-salahnya.

                      Jadi sebaiknya, anda menciptakan image yang professional dan bersahabat melalui foto anda. Lihat baik-baik foto yang akan anda kirim; terseyumlah! Begitu banyak kandidat yang mengirimkan foto dengan mimik muka yang tegang. Orang yang melihat lamaran anda pun menjadi tegang ketika membukanya. Anehnya lagi, ada foto yang dikirimkan dengan mata setengah tertutup. Ada juga foto yang dikirimkan dengan mimik muka seolah sedang berpose sebagai seorang model ceria atau sensual, ini terlalu berlebihan! Hanya gara-gara foto saja, banyak surat lamaran segera masuk ke kotak ber-label ‘tidak diproses lebih lanjut”.

                      Anda harus mampu membayangkan bagaimana seorang professional berpose. Seharusnya ia terlihat smart dan mempunyai senyum yang berwibawa. Jika hasil jepretan pertama belum memuaskan, jangan pulang! Jepret lagi!!! Ini tidak main-main! Kalau anda mau mendapat pekerjaan yang serius, anda sebaiknya juga berlaku sangat serius dalam menciptakan langkah pertama menciptakan image anda yang positif.

                      Sebaliknya, banyak juga kandidat yang kalau dilihat dari penampilan dan nilai pendidikannya tampaknya biasa-biasa saja, namun foto yang mereka kirimkan nampak sangat bersahaja, sehingga tim perekrut merasa sayang jika mengabaikan mereka. Percayalah, foto yang anda kirimkan mempunyai pengaruh besar untuk penilaian awal tim seleksi. Jangan anda sepelekan! Bila sudah banyak lamaran yang anda kirimkan namun anda belum mendapat panggilan juga, saran saya sebaiknya anda melihat lagi foto anda. Anda tidak harus keren; tapi jika anda merasa memiliki raut wajah yang keras, anda perlu memperhalusnya dengan senyuman dan sinar mata yang antusias yang menunjukkan kesiapan anda bekerja dan dapat diandalkan. Kirimlah foto berwarna 4 x 6 sehingga wajah anda terlihat jelas.

                      2. Tampilan surat lamaran

                      Sangat banyak surat lamaran yang ketika dibuat, terasa dibuat dengan buru-buru. Tampilan paragraf yang ompong, bolong di sana-sini. Tata bahasa yang buruk (jika ditulis dalam Bahasa Indonesia), grammar yang kacau (jika ditulis dalam Bahasa Inggris). Apa yang dilihat oleh mata tim seleksi tidaklah mengada-ada. Sering sekali tim seleksi bergumam, “Ini orang niat gak sih cari kerjaan?!” Ya, itulah masalahnya, dari sisi anda mungkin berkata “Niat kok!” Niat anda harus tercermin dalam surat lamaran anda. Setelah anda mencetak surat lamaran anda, lihat kembali! Jika anda seorang fresh graduate, bawalah surat lamaran anda kepada seorang kenalan yang bisa menilai tampilan surat lamaran anda. Saran saya, bawalah surat lamaran anda kepada beberapa orang yang berpengalaman; jika anda gigih, tunjukkan kepada beberapa orang, usahakan anda mendapat komentar positif dari mereka, seperti “Wah! Surat lamaranmu bagus sekali, mantap sekali!” Kalau masih terdengar kritikan di sana-sini, sebaiknya anda tunda mengirimkan lamaran anda. Pilihlah kertas yang agak tebal supaya ketika kertas itu dikeluarkan, kertas itu tidak lepek atau tinta cetakan tidak lumer, dan akan menjatuhkan point anda.

                      Bagi anda yang sudah punya pengalaman kerja, hindarilah format lamaran yang bertele-tele. Fokus langsung pada hasil apa yang telah anda raih selama ini, misalnya: menjalankan proyek XYZ, implementasi di Semarang, berhasil melakukan penghematan 300 juta untuk biaya perusahaan, dsb. Tim seleksi tidak tertarik menyimak lamaran anda yang bertele-tele dan dibuat seperti cerpen. Sangat buang-buang waktu!

                      3. Proses interview

                      Ada banyak tulisan dan buku mengenai proses interview ini. Namun beberapa hal penting yang ingin saya sarankan adalah: kerapian, antusiasme dan kerendahan hati. Banyak pelamar datang dengan penampilan yang salah seperti celana panjang terlalu kendor, sepatu jorok, dasi tidak terpasang dengan benar, bau badan yang menggangu, rambut yang acak-acakan, tidak memakai kaus dalam untuk kandidat pria sehingga sangat tidak sedap dipandang mata. Tim interview akan berpikir, anda tidak serius! Bukan masalah ganteng atau cantik, tapi anda tidak serius! Anda seolah tidak menghargai perusahaan tempat anda melamar.

                      Banyak orang kehilangan kesempatan bekerjanya karena antusiasme yang rendah. Si pelamar terlihat tidak antusias. Biasanya ini karena dilandasi pola pikir, “Diterima syukur, tidak diterima ya sudahlah!” Pikiran ini tercermin jelas pada saat interview. Jika anda terlihat tidak antusias, si pewawancara akan berkomentar “Interview saja dia gak antusias, gimana kalau kerja. Melempem kayak gitu sih, gak bisa diandalkan!” Jika anda serius dalam melamar pekerjaan, anda harus berusaha secara maksimal, apalagi jika anda berhasil sampai ke ruang interview, jangan sampai sepelekan hal ini. Saya berbicara tentang antusiasme yang positif bukan yang ‘kebablasan’ sehingga anda terlihat sombong dan merendahkan si pewawancara. Ke dalam ruang interview, bawalah pola pikir ini: “Interview ini sangat penting bagi saya. Saya akan belajar dan bekerja sebaik-baiknya bagi perusahaan ini. Saya sangat dapat diandalkan!” Dengan pola pikir yang kuat ini, masuklah ke ruangan interview dengan senyuman yang tulus, hasilkan wawancara yang mantap!

                      Yakinlah berhasil!!!

                      Sumber: Info LoKer edisi 11 – 18 Juni 2008

                      Read Full Post »

                      serasa jemuran…

                      “auuuoooo.. uo.. uo” hohoho terinspirasi oleh tarzan ya.. wkwkwk ^^

                      bukannya yang pose kayak gini biasanya buaya ya? syerem,,,

                      haiyaaah!!! don’t you dare treat me bad! i’ll punch you!!!

                      i love bowling too…

                      lapar bo’!

                      latian buat panjat pinang 17-an???!!!hohoho ayo cari aku di mana…

                      ngintip dikit ah…doing handstand

                      hoaahhmmm..ngantux… ouch!!! don’t shoot me, no!

                      haaaaiii cute one!!!

                      mana sih petugasnya??? tempat makanku belum diisi nihhh!!!

                      aku pengen masuk ke dalam!!!

                      hello there!!!

                      aduh jangan ganggu aku dulu ya, lagi serius belajar nih, mo UAS besok…

                      mommy, dingiiiinnn…es semuaaaa…

                      hhhh…what a hard day i’ve been thru!

                      heeeyyy, i’m up here!

                      anting dari mama jatuh, kayaknya sih di sekitar sini, aku cari dulu ya sebentar..

                      udah jangan foto terus, aku maluuuu

                      ya mama, sebentar aku datang..wait a minute!!! duh kudu pelan2 nih turunnya…

                      whuaaa masih jauh kalo mau sampe ke atas..

                      kami lagi berlatih american futball lho…shhh diam dulu ya…

                      *tampak samping*

                      kata mama sebelum tidur harus minum syusyu biar aku cepat besar.. =)

                      lucu2 ya panda-nya… =) kalo jadi peliharaanku di rumah, pasti pipinya sakit melulu gara2 aku cubitin terus

                      hahahahah…(maksud lo tik??) iseng…

                      Read Full Post »

                      BERANI PANGKAL SUKSES

                      Apa sih kunci untuk mencapai kesuksesan dan kemajuan dalam karir? Jawabannya banyak sekali dan cukup beragam. Dan jawaban ini pun sudah seringkali dibahas dalam buku-buku dan forum diskusi tentang karir. Mungkin anda sendiri sampai bingung untuk mempraktekkannya. Tapi sekarang gak perlu bingung, karena ada satu kata kunci untuk sukses, yaitu “berani”.

                      Dengan sejumlah keberanian, karir anda dapat melesat. Tapi, keberanian ini tentu saja bukan asal berani. Yang jelas, untuk maju anda perlu memiliki keberanian yang positif. Lalu keberanian macam apa yagn harus dimiliki untuk sukses dalam karir?

                      BERANI MENANGGUNG RISIKO

                      Semua pekerjaan mengandung risiko, apapun jenis pekerjaan anda. Lelah dan kekurangan waktu bersama keluarga merupakan risiko klasik yang kerap terdengar. Selebihnya masih banyak risiko yang akan anda tanggung sehubungan dengan pekerjaan anda., tergantung ringan atau beratnya pekerjaan anda. Tentu saja, sejak awal anda harus menyadari risiko yang akan anda hadapi sebagai konsekuensi pekerjaan. Dan jika ingin maju, jangan menghindari risiko. Misalnya jika anda gagal memenuhi target tahun ini, jangan frustasi. Pikirkan cara terbaik untuk mengatasi kegagalan itu.

                      BERANI BERTANGGUNGJAWAB

                      Anda mutlak memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan. Jika anda melakukan kesalahan, beranilah bertanggung jawab untuk membenahinya. Dan jika memang anda salah, jangan mengambinghitamkan orang lain atau rekan kerja anda. Selain terkesan pengecut, juga menunjukkan bahwa anda tidak professional dalam bekerja.

                      BERANI MENGUNGKAPKAN IDE

                      Jika tidak berani mengemukakan ide dan gagasan, bisa-bisa karir anda mandek. Atasan membutuhkan ide dan gagasan cerdas. Maka, tuangkanlah ide itu dalam pekerjaan anda. Kemudian jangan ragu-ragu mengungkapkan ide-ide anda baik dalam rapat maupun langsung kepada bos. Kalau anda selalu ragu dan takut, ide anda bisa disabotase orang lho.

                      BERANI BERSIKAP PROFESIONAL

                      Sikap profesional anda harus ditumbuhkan mulai dari hal-hal kecil. Misalnya datang ke kantor tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan cekatan, tidak menunda-nunda pekerjaan yang diberikan atasan serta memenuhi deadline. Setelah itu, kedepankan inovasi anda. Beranilah melakukan pembenahan dan pembaruan terhadap pekerjaan anda sehingga anda mampu menjadi seorang profesional.

                      BERANI BERSIKAP OBYEKTIF

                      Obyektivitas akan membuat anda lebih jernih dalam menilai sesuatu. Misalnya bila ada percekcokan dengan rekan kerja, kita perlu melihat secara objektif penyebab percekcokan. Apakah karena salah paham biasa atau karena beda pendapat mengenai suatu ide atau gagasan. Yang penting, jangan bawa-bawa masalah pribadi di tempat kerja. Sebab perusahaan anda tentu mengutamakan profesionalisme. Dengan demikian, anda dituntut untuk berani memilah-milah mana masalah pribadi dan mana yang urusan pekerjaan.

                      BERANI BERSIKAP TEGAS

                      Jangan takut untuk bersikap tegas, termasuk di kantor. Jika anda berbeda pendapat dengan rekan kerja, kemukakan perbedaan itu dengan dilandasi argumen yang kuat. Jika anda diberi tugas oleh supervisor tapi tidak sesuai dengan aturan main yang sudah disepakati bersama dalam suatu rapat, jangan ragu-ragu untuk menolaknya. Asal tidak keluar dari jalur yang ditetapkan bersama, anda tidak perlu takut bersikap tegas. Tanpa memiliki ketegasan, anda hanya akan dimanfaatkan oleh orang lain, termasuk atasan anda. Jadi, jangan ragu-ragu bersikap tegas.

                      BERANI MENERIMA KRITIK

                      Jika tidak memiliki jiwa besar menerima kekurangan, anda akan alergi terhadap kritik. Untuk itu, berlatihlah menerima kekurangan yang ada meskipun itu pahit. Dan di tempat kita bekerja, kekurangan kita mengerjakan suatu tugas biasanya diperbaiki melalui mekanisme pemberian kritik. Anda harus berani menerima kritik, karena lewat kritik anda dapat memperbaiki diri. Anggaplah kritik sebagai cambuk bagi anda. Rasanya mungkin sakit, tapi dampaknya bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri anda.

                      Nah, apakah anda sudah memiliki keberanian tersebut? Kalau belum, segera tumbuhkan keberanian anda dari sekarang. Dan jika anda mempraktekkan keberanian itu, jalan anda menuju sukses pun semakin mudah. So, berani pangkal sukses yaaaa!!!

                      Sumber: Info LoKer edisi 4 – 11 Juni 2008

                      Read Full Post »

                      Aku : “Zzzzz Zzzzz Zzzzz……”

                      TUHAN : “Bangun !!!”

                      Aku : “Hmmm…. siapa ya ?”

                      Tuhan : “AKU ??? AKU TUHAN. AKU dengar di doamu, kau ingin bicara langsung dengan-KU, maka doamu KU-kabulkan.”

                      Aku (tertegun) : “Oh, aku tidak menyangka doaku dikabulkan,. Lalu kita ada di mana ?”

                      TUHAN : “Di dalam mimpimu, ini media paling mudah untuk berbicara.”

                      AKU (tertegun) : “Ooooh…”

                      TUHAN : “KU-dengar di doamu, kau ingin mengajukan pertanyaan kepada KU. AKU ingin mendengarnya sekarang.”

                      Aku : “Benar. Bisakah sekarang kumulai ?”

                      Tuhan : “Tentu.”

                      Aku : “TUHAN, tahukah ENGKAU bahwa dunia yg KAU ciptakan ini penuh dengan ketidakadilan. Banyak orang percaya dianiaya. Orang benar menderita. Itu tidak adil TUHAN !”

                      TUHAN : “Menurutmu, apakah adil, ketika AKU mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosamu??”

                      Aku : “Kalau begitu, semua orang benar harus menderita di dunia, begitu ?”

                      TUHAN : “Apakah penderitaan itu selamanya ? Mengapa ketika menderita manusia selalu bertanya “mengapa harus aku?”. Tetapi, ketika senang, mereka tidak pernah bertanya, “mengapa harus aku ?”

                      Aku : “Kalau begitu, mengapa banyak orang jahat hidup senang ?”

                      TUHAN : “Kau yakin ?”

                      Aku : “Ya… walaupun tidak semua …”

                      Tuhan : “Kalau begitu, cobalah jadi jahat, dan lihatlah, seberapa lama kau akan senang, kau bisa membuktikannya sendiri.”

                      Aku : “Hidup ini terlalu rumit untuk dijalani, mengapa KAU selalu mendatangkan cobaan dan masalah?”

                      TUHAN : “Masalah KU-datangkan bukan untuk disesali dan dikeluhi, tapi untuk diselesaikan. Cobaan KU-datangkan untuk menunjukkan adanya diri-KU, dan perlunya berserah pada-KU.”

                      Aku : “Tapi, setiap masalah datang, Aku selalu berdoa meminta jalan keluar. Tetapi, kadang KAU tidak memberinya ? Mengapa ?”

                      TUHAN : “Mengapa ? Pertanyaan bagus! Mengapa setiap firman yang KU-perintahkan padamu, kau tidak pernah melakukannya atau selalu menunda-nunda ? Sebelum engkau menuai, menaburlah terlebih dahulu.”

                      Aku : “Mengapa manusia tidak pernah puas terhadap dirinya ?”

                      TUHAN : “Manusia tidak akan menyadari betapa berharganya sesuatu, sampai mereka kehilangan semuanya.

                      Aku : “Karena itulah TUHAN, mengapa penyesalan selalu datang terlambat ? Itu menyebalkan…”

                      TUHAN : “Kalau belum terlambat, bukan penyesalan namanya. Kalau belum menyesal, manusia tidak akan pernah tahu dimana letak kesalahannya.”

                      Aku : “Memang benar. Tapi, penyesalan selalu mendatangkan penderitaan.”

                      TUHAN : “Ketika penyesalan datang, manusia diberi 2 pilihan. Pertama, segera bangkit dan meninggalkan duka-citanya. Itu membuat manusia makin kuat dan terasah. Kedua, berkata : “Aku tidak kuat, beban ini terlalu berat untuk dijalani”. itu mendatangkan penderitaan.”

                      Aku : “Perlukah aku memelihara doa dan waktu untuk-MU setiap harinya ?”

                      Tuhan : “Perlukah AKU mejagamu dan mengawasimu setiap harinya ?”

                      Aku : “TUHAN, seringkali aku sudah berusaha dan berusaha, tapi selau gagal ! Mengapa ?”

                      TUHAN : “Berapa kali kau mencoba ?”

                      Aku : “Katakanlah 10 kali.”

                      TUHAN : “Bagus. Kalau begitu kau sudah mengetahui 10 cara yg tidak berhasil. Jangan samakan kegagalan dengan pengalaman. Manusia tidak pernah gagal, sampai dia berhenti berusaha.”

                      Aku : “Tapi, semua itu terlalu beresiko TUHAN. Setiap usaha mempunyai resiko.”

                      TUHAN : “Sesungguhnya, ketika kau takut mengambil satu resiko, kau telah mengambil resiko yang tersisa, yaitu kau tidak akan pernah berhasil !”

                      Aku : “Kalau begitu, bagaimana cara mendapat kesenangan hidup ?”

                      TUHAN : “Cintailah dirimu sendiri, dan senantiasa bersyukur. Hidup ini sebenarnya indah. Jika masalah datang, jangan biarkan masalah menguasai dirimu, tetapi belajarlah menguasai masalah. Ah, waktu kita habis, kau sudah harus bangun pagi…”

                      Aku : “Kapan kita bisa berbicara seperti ini lagi ?”

                      Tuhan : “Kapanpun. Sebenarnya jarak Kita hanya dipisahkan oleh doa.”

                      Aku : “Oke, terima kasih TUHAN atas pembicaraan yg indah ini.”

                      TUHAN : “Sama-sama.”

                      Aku pun terbangun dari mimpiku……

                      Read Full Post »

                      Older Posts »