Namboruku pergi ke Surga minggu lalu karena penyakit ini. Sedih banget kalo inget gimana dia terbaring di ruma sakit, sehari sebelum namboru pergi….Aku coba brows soal kanker rahim n ku posting di sini, mudah2an berguna buat kalian para cewe, walopun ini Cuma garis besarnya aja… Kalo lo cowo n baca juga, ya bagus, jadi tau juga kan.
KANKER mulut rahim (serviks), tak pelak, merupakan momok yang paling menakutkan bagi semua wanita. Selain belum ada obatnya, kanker mulut rahim juga bisa mengakibatkan kematian. Jenis kanker ini paling sering ditemukan di antara penyakit kanker ginekologik, dan menjadi penyebab kematian utama wanita penderita kanker di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kanker mulut rahim ditandai dengan tumbuhnya sel-sel pada mulut rahim yang tidak lazim (abnormal). Sebelum menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut selama bertahun-tahun.
Pada stadium awal, kanker ini cenderung tidak terdeteksi. Pada tahap prakanker atau displasia sampai stadium 1, praktis tidak ada keluhan yang dirasakan. Baru menginjak stadium 1A-3B terdapat keluhan. Salah satu tanda signifikan adalah keluar darah sewaktu berhubungan seks, sedangkan pada stadium 4B, sel kanker mungkin sudah menjalar ke otak dan paru-paru.
Selain itu, sel-sel mulut rahim yang teracuni oleh nikotin yang dikandung dalam darah juga memunyai kecenderungan memengaruhi selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim, sehingga membuatnya rentan terhadap sel-sel kanker. Bisa juga terinfeksi dari sperma yang mengandung komplemen histone yang dapat bereaksi dengan DNA sel serviks, sehingga terjadi kanker. Cairan sperma (semen) pria yang bersifat alkalis juga dapat menimbulkan perubahan pada sel-sel ephitel serviks (neoplasma dan displasia), dan mengakibatkan kanker mulut rahim.Penyakit ini disebut juga kanker endometrium ini paling sering dialami oleh wanita berusia 50-60 tahun. Kanker ini makin banyak jumlahnya karena makin banyak wanita usia lanjut. Bila pada kanker leher rahim gejala khasnya adalah kontak berdarah maka pada kanker rahim, keluhan utamanya adalah perdarahan pasca menopause artinya perdarahan terjadi kembali setelah mati haid.
Penyebab kanker rahim belum pasti diketahui, namun ada beberapa teori yang mengaitkannya dengan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan terjadinya tumor ganas pada lapisan dalam rahim (endometrium).
Lebih sering ditemukan pada wanita gemuk, penderita diabetes mellitus (kencing manis), tekanan darah tinggi (hipertensi) dan belum pernah hamil. Biasanya ditemukan pada ibu-ibu yang sedang dikuret.Gejala-gejalanya berupa sakit pada panggul, terjadi perdarahan pada wanita menopause, sakit sewaktu berhubungan seks, sakit berkemih, perasaan lelah terus menerus, nyeri perut bagian bawah atau kram panggul, pada wanita umur 40 tahun keatas sering terjadi pendarahan berat.Saat ini belum ada metode skrining yang ideal untuk mendeteksi secara dini kanker endometrium. Namun demikian upaya penapisan harus ditujukan pada golongan wanita yang berisiko terkena kanker endometrium. Metoda yang dianjurkan adalah aspirasi kuretase kavum uteri untuk pemeriksaan sitologik (patologi anatomi).
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghindarkan wanita dari kemungkinan terkena kanker mulut rahim:
1. Pemeriksaan teratur. Apabila Anda wanita dewasa yang melakukan hubungan seks secara teratur, lakukan pap smear test setiap dua tahun. Ini dilakukan sampai berusia 70 tahun.
2. Waspadai gejalanya. Segera hubungi dokter kalau ada gejala-gejala yang tidak normal seperti pendarahan, terutama setelah aktivitas seksual.
3. Hindari merokok. Wanita sebaiknya tidak merokok, karena dapat merangsang timbulnya sel-sel kanker melalui nikotin dikandung dalam darah Anda. Risiko wanita perokok terkena kanker mulut rahim adalah 4-13 kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok. Diperkirakan nikotin memberikan efek toksik pada sel epitel, sehingga memudahkan masuknya mutagen virus. (buat para cewe yg baca ini n peroko’ aktif, meroko’ gak bikin kamu + cantik sweetheart, malah bawa banyak penyakit mematikan. Kalo kamu sayang sama diri sendiri, n takut kena macem2 penyakit gara2 roko’ (ga Cuma kanker rahim aja kan), semoga kamu berpikir buat berhenti,,, kalo gak sayang sama diri sendiri n gak takut kena macem2 pnyakit berbuahayua, yowis deehh. Every person has the right to do what they like. Buat kamu cowo2 atau cewe yg ga ngeroko yg baca ini n punya temen cewe, sodara cewe, nyokap, tante, atau sapa kek cewe yg kamu peduliin n dia ngeroko’, setidak2nya kamu bisa ingetin dia tuk berhenti…, drpd nyesel di kemudian hari!!!)
4. Hindarkan antiseptik. Hindarkan kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan antiseptik maupun deodoran karena akan mengakibatkan iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker. (buat yg suka pake sabun2 antiseptik yg di iklannya menjanjikan ini-itu, hahh mendingan gak usah lagi pake yg ky gitu deh!)5. Hindari pemakaian bedak (talcum powder). Hindari pemakaian bedak (talcum powder) pada vagina wanita usia subur, karena justru bisa mengakibatkan kanker ovarium (indung telur). Jangan menggunakan estrogen pada wanita yang terlambat menopouse.(yah ni juga, soal bedak tabur/talcum powder!!!)
Faktor-faktor lain yang juga ikut memicu mudahnya sel kanker mulut rahim menyerang antara lain hubungan seksual terlalu muda (di bawah usia 20), dan hubungan seksual yang tidak stabil. Selain itu, pemberian hormon diethistilbesterol (DES) sewaktu hamil dapat menimbulkan kanker serviks dan vagina pada keturunannya.
Bagaimana mencegahnya?“Adanya deteksi dini dan banyaknya penanganan serta manajemen medis yang baik dalam penanganan kanker akan memperpanjang lama hidup penderita,” ujar dr Indriani SpRM, dari RS Kanker Dharmais, Jakarta.Pencegahan paling efektif adalah melalui pendeteksian dini dengan pemeriksaan pap smear, yang bisa mendeteksi pertumbuhan sel-sel yang akan menjadi sel kanker. Semakin dini sel-sel abnormal terdeteksi, semakin rendahlah risiko seseorang menderita kanker mulut rahim.Pap smear test adalah suatu pemeriksaan yang aman, murah, dan telah dipakai bertahun-tahun untuk mendeteksi kelainan sel-sel di mulut rahim. Tes ini pertama kali ditemukan oleh dr George Papanicolou. Metode tes ini adalah pemeriksaan sel-sel yang diambil dari cairan mulut rahim dan kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Tes ini tidak memakan banyak waktu, hanya beberapa menit.